PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH

Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2013, menunjukkan 32,1 persen Rumah Tangga (RT) menyimpan obat yang sedang digunakan, 47,0 persen RT menyimpan obat sisa dan 42,2 persen RT yang menyimpan obat untuk persediaan. Obat sisa dalam hal ini adalah obat sisa resep dokter atau obat sisa dari penggunaan sebelumnya yang tidak dihabiskan. Seharusnya obat sisa resep secara umum tidak boleh disimpan karena dapat menyebabkan penggunaan salah (misused) atau disalah gunakan atau rusak/kadaluwarsa. Obat rusak atau kadaluwarsa  tidak boleh disimpan dan digunakan lagi. Bagaimana cara mengenali apakah obat sudah rusak atau kadaluwarsa? Bagaimanakah cara membuangnya? Obat yang dibuang sembarangan atau cara yang salah dapat membahayakan lingkungan atau dapat dijadikan bahan mainan oleh anak-anak, juga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk dijual kembali, baik obatnya atau kemasannya saja. Bagaimanakah cara menyimpan dan membuang obat dengan benar ?

Pengelolaan obat di rumah tangga yang baik dan benar akan mendukung penggunaan obat yang rasional dan menyukseskan program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT)

CARA MENYIMPAN OBAT

Beberapa tips menyimpan obat yang baik dan benar :

  1. Jangan meninggalkan obat dalam mobil terlalu lama karena panas dalam mobil  dapat merusak obat.
  2. Jangan meletakkan obat diatas barang elektronik, karena barang elektronik biasanya akan mengeluarkan panas yang bisa merusak obat.
  3. Sediakan tempat khusus tertutup untuk menyimpan obat, seperti kotak obat khusus atau lemari kecil khusus penyimpanan obat. Tempatkan kotak/lemari di lokasi yang mudah dilihat agar gampang dijangkau ketika darurat tetapi jangan biarkan kotak tersebut  mudah diraih dan dibuka oleh anak-anak.
  4. Simpan obat pada wadah aslinya dengan label yang jelas. Jauhkan dari sinar matahari langsung/lembab/suhu tinggi  dan sebagainya. Hal ini dikarenakan obat mudah terurai secara kimiawi oleh pengaruh udara, suhu, maupun cahaya.
  5. Jika obat dibeli dalam botol, jangan mengganti kemasannya dengan botol lain. Karena hal tersebut akan merubah kandungan kimiawi obat
  6. Periksa secara berkala kadaluwarsa setiap obat-obatan yang ada. Untuk yang sudah dibuka seperti sirup, masa layak konsumsinya jadi lebih cepat dibandingkan yang tertera pada kemasan.
  7. Cek kebersihan kotak obat atau lemari obat tersebut secara rutin. Apakah terlalu lembab sehingga menjadi sarang jamur? Atau malah obat sirup sempat tumpah sehingga membuat banyak semut?
  8. Simpan obat dengan wadah tertutup rapat setelah digunakan, bersihkan dan keringkan pipet/sendok obat agar tidak ditumbuhi oleh jamur dan bakteri.
  9. Ada jenis obat tertentu yang harus disimpan di lemari es, seperti suppositoria supaya tidak meleleh.
  1. Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin (freezer) agar tidak membeku, kecuali disebutkan pada etiket/kemasan.
  2. Sediaan aerosol/spray harus dijauhkan dari suhu panas/tinggi karena dapat meledak.

 

Batas waktu penyimpanan obat bila kemasan obat atau segel obat belum dibuka dapat diliat dari masa kadaluwarsa/ED (Expired date), selama penyimpanan obat tersebut baik dan benar.  Expired date (ED) atau tanggal kadaluwarsa menggambarkan batas waktu penggunaan produk obat setelah diproduksi oleh pabrik farmasi, sebelum kemasannya dibuka. Expired date dicantumkan oleh pabrik farmasi pada kemasan produk obat. Expired date ditetapkan berdasarkan hasil uji stabilitas produk obat dan dicantumkan pada kemasannya.

Wadah atau kemasan obat apabila sudah di buka, maka batas kadaluwarsa yang tertera pada kemasan tidak berlaku lagi. Jangka waktu pemakain obat yang  sudah di buka dari kemasan disebut Beyond use date (BUD). BUD adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. Kemasan primer disini berarti kemasan yang langsung bersentuhan dengan bahan obat, seperti : botol, ampul, vial, blister, dst. BUD  didefinisikan dalam United States Pharmacopeia (USP) sebagai tanggal dan waktu setelah persiapan, dimana sediaan tidak boleh digunakan atau dipindahkan. BUD bisa sama dengan ED atau lebih pendek waktunya dari ED. Perhatikan masa simpan obat-obat sisa yang sudah terbuka segel atau tutupnya atau sering disebut “Beyond Used Date/BUD”  berikut  ini :

Tabel Kadaluwarsa yang disarankan

 

Formulasi/Bentuk

Waktu Kadaluwarsa setelah dibuka/ diracik/dilarutkan
Sirup kering Antibiotik 7 hari
Obat sirup sediaan jadi dalam wadah asli 6 bulan
Obat sirup racikan 1 bulan
Obat tetes mata (botol) 1 bulan
Obat tetes mata minidose 3 hari
Obat salep mata 1 bulan
Obat tetes telinga 4 bulan
Obat tetes hidung 3 bulan
Obat puyer racikan 1 bulan
Obat Krim/salep tube 3 bulan
Obat krim/salep racikan dalam pot 1 bulan
Obat inhaler/hirup Sesuai masa  ED
Insulin pen 4 minggu

 

Dengan catatan : Penyimpanan benar dan tidak terjadi perubahan fisik obat.

Sumber :

  1. NHS, Sheffield clinical Commisioning Group. Good Practice Guidance for Care Homes-Expiry dates 2013
  2. NHS, Oxfordshire Clinical Commisioning Group. Good Practice Guidance : Guidance on the Expiry Dates and storage of Medicine in Care Homes . Date of Review : Nov 2014

CARA MEMBUANG OBAT

Obat cepat menjadi rusak bila terpapar oleh sinar matahari, oleh kelembaban udara, oleh udara yang sangat kering. Obat rusak dan obat yang sudah mencapai batas kadaluwarsa harus dibuang dan jangan digunakan lagi.

Ciri-ciri obat rusak :

  1. Terjadi perubahan berikut ini :
  2. Warna, bau, dan/atau rasa
  3. Bentuk : pecah, retak, berlubang, menjadi bubuk
  4. Kapsul/puyer/tablet : lembab, lembek, basah, lengket
  5. Cairan/salep/cream menjadi keruh, mengental, mengendap, memisah dan mengeras
  6. Timbul noda, bintik-bintik dan gas
  7. Wadah atau kemasan rusak
  8. Etiket tidak terbaca atau sobek

Cara membuang obat di Rumah :

  1. Hilangkan semua label dari wadah obat
  2. Untuk kapsul/tablet atau bentuk padat lain, hancurkan dahulu dan campur obat tersebut dengan tanah atau bahan kotor lainnya, masukkan ke dalam plastik dan buang ke tempat sampah
  3. Untuk cairan selain antibiotik, buang isinya pada kloset. Dan untuk cairan antibiotik buang isi bersama wadah dengan menghilangkan label ke tempat sampah.

Intinya : obat harus dimusnahkan dan tidak bersisa.

Mari cerdas dan bijak dalam mengelola obat dalam rumah tangga untuk mencapai kualitas kesehatan yang lebih baik, semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel By :

 

Andi Nurzakiah Amal, M.Farm, Apt.

Lulusan Program Magister Farmasi Unpad Bandung

Kepala Instalasi Farmasi RS. Karya Husada Cikampek

 

Leave a Comment